Vimax
VIMAX
Vimax
Bali Togel
Poker
obat pembesar penis
obat pembesar penis
baccarat online
baccarat online
bandarq
bandarq
bandarq
online
Agen Domino Online
Bandar Togel
Home / Cerita Sex / cerita sex kisah nyata

cerita sex kisah nyata

VIMAX

cerita sex kisah nyata.Saya baru saja kembali dari Singapore karena urusan kerjaan. Sepertinya akhir akhir ini begitu padat jadwal kerja saya dan banyak memakan waktu dalam perjalanan. Mungkin saya harus mengambil cuti untuk istirahat sejenak dan meluangkan waktu untuk keluarga. Walaupun dalam celah celah kesibukan saya dan istri tetap memiliki waktu untuk berdua, tapi rasanya ingin sedikit lama untuk beristirahat bersama istri.Istri pun sepertinya akhir akhir ini banyak urusan pekerjaan juga di luar sana. Sering pulang agak larut malam karena harus menghadiri acara makan malam bersama clientnya. Tapi bagi kami malam tetap merupakan acara kami berdua. Tempat saling berkomunikasi dan bertukar pikiran, tentu tidak lupa acara sex hampir dikatakan tetap kami menikmati itu setiap malam, kecuali kalau memang saya sedang dinas.Walaupun penuh dengan kesibukan, dia tetap ceria wajahnya dan bagi saya terkesan dia semakin bergairah dalam hubungan suami istri.Sore ini saya sedang duduk santai di dekat kolam renang di rumah sambil menunggui anak anak yang sedang berenang. Sore itu begitu ceria kedua putri saya, mungkin karena sudah lama juga tidak bertemu dengan saya dan santai bersama.

Saya melihat anak anak sudah mulai dewasa, terutama yang tertua. Badannya sudah membentuk badan seorang gadis dan semakin hari semakin mirip dengan ibunya. Saya jadi teringat ketika dulu pertama kali bertemu istri saya. Perawakannya persis seperti anak saya yang tertua ini, hanya saja sikapnya berbeda dari ibunya. Dahulu waktu saya baru mengenal istri, dia terlihat begitu tomboy. Setiap harinya mengendarai motor besar ke kampus. Tapi anak saya yang besar ini lebih feminim dan memang tidak terlihat tanda tanda tomboynya. Adiknya justru saya melihat kelakuannya mirip seperti ibunya. Kulitnya pun putih seperti ibunya, sedangkan yang besar warna kulitnya sedikit agak coklat. Menjelang sore hari terdengar suara mobil datang dan sepertinya istri saya. Suaranya sudah terdengar dari kejauhan dan sepertinya dia mengetahui kami sedang berada di kolam renang. Terlihat dia melangkah menuju kolam renang. Dia memakai rok warna biru gelap dan blouse putih tipis atasannya. Jas atasannya sudah dibuka dan dia pegang. Penampilannya cukup menggoda juga sore itu. Kancing blouse yang atas sengaja dibuka sehingga dadanya sedikit terbuka lebih luas. Kalung mutiara yang dipakainya hari itu cocok sekali terlihat berada di lehernya. Dia menghampiri saya yang sedang duduk dan segera mencium bibir saya di depan anak anak sambil mengucapkan selamat datang. Dia tahu  saya baru pulang tadi siang, dan sepertinya karena itu dia pulang cepat.

Ketika mencium saya, terlihat dari celah bajunya dia mengenakan BH berwarna putih agak transparan.Istri saya menanyakan saya dan anak anak tentang makan malam. Saya hanya menyerahkan saja ke dia, anak anak pun tidak ada komentar atau permintaan apapun. Langsung dia memengemukakan ide dia, bahwa malam ini dia mau membuat sesuatu untuk kami. Tanpa menghiraukan saya dan anak anak, dia meninggalkan kolam renang dan menuju ke kamar tidur.Makanan memang selalu siap di meja makan tapi itu adalah masakan pembantu, kalau istri yang mau memasak, saya maupun anak-anak akan gembira karena pasti akan membuat sesuatu yang khusus.Tidak lama setelah itu, sayapun berdiri dan bermaksud menyusul istri ke kamar. Segera gurauan dari anak anak terdengar dengan mengatakan bahwa saya sudah kangen dan tidak tahan untuk menemui ibunya.

Mereka sudah mengerti akan hal hal seperti ini dan bukan suatu pembicaraan yang tabu. Memang saya sedikit bangga dengan cara istri mendidik anak anak.Ketika saya masuk ke kamar, terlihat istri berdiri di depan meja riasnya dengan hanya mengenakan BH dan celan dalamnya. Stockingnya juga masih melekat di kedua kakinya. Dia selalu  memakai stocking model leg stocking.  Dia masih sibuk melepasi  jam dan berbagai aksesori yang dikenakannya sebelum menuju ke kamar mandi untuk mandi.Saya mendekatinya dari arah belakang dan segera meraparkan badan ke punggung dia. Sambil mengecup kuduk dan belakang kupingnya, saya berbincang bincang denga sedikit mesra hingga lama kelamaan menjadi begitu mood suasananya. Diapun tidak menghentikan apa yang sedang dikerjakannya. Selama dinas beberapa hari ini tentu saja saya tidak dapat menikmati permainan cintanya dan sepertinya dia juga merindukannya. Bagi kami walaupun ada kalanya tidak terlalu menggebu dalam melakukan hubungan sex, tapi kami tetap menikmatinya meskipun hanya sebentar dan bagi kami tidak harus sampai menyelesaikannya.

Oleh karena itu boleh dikatakan hampir setiap hari kami melakukan hubungan sex. Apalagi kalau sudah beberapa hari tidak bersama dia, tentu saja sangat menggebu gebu dan kami bisa semalaman menikmati itu. Seperti halnya sore ini, saya sudah bisa menduga bahwa akan menjadi malam yang panjang.Seperti sesuatu hal yang tidak ada hubungannya, apa yang sedang kami bicaraankan dan apa yang sedang saya lakukan terhadap istri berjalan masing masing. Pembicaraan terus berjalan dan tangan pun terus berjalan menjelajahi tubuh istri saya. Berkali kali bokongnya saya sentuh dengan halus. Punggungnya pun sekali sekali saya kecup dan terus kembali menciumi kuduknya. Raut mukanya yang terpantul dari kaca belum mencerminkan dia terpengaruh oleh apa yang saya lakukan, belum terlihat dia terangsang. Tapi cara dia berbicara mulai tampak ketidak wajarannya. Pembicaraannya terkadang mendadak berhenti sejenak dan kemudian di teruskan kembali, bahkan belum selesai mengucapkan satu kata, dia sudah terhenti mendadak.Sampai akhirnya dia meminta saya untuk membukakan kancing BH nya yang ada di punggungnya.. Segera saya membukanya. Sebelum tangan bergerak ke tempat lain, kedua tangan saya menyelinap dari arah belakangnya dan terus menyentuh kedua payudaranya yang sudah dikatakan tidak tertutup oleh BH nya.

Beberapa kali kedua payudaranya saya sentuh dan di tekan dengan halus. Ketika kedua putingnya saya permainkan dengan jari-jari dari kedua tangan saya, dia sedikit terhentak sambil sedikit mengeluarkan suara yang cukup merangsang. Kedua putingnya terasa begitu keras dan kenyal. Sepertinya memang dorongan sexnya sudah tinggi. Salah satu tangan saya segera bergerak ke bawah dan menuju daerah sekitar selangkangannya. Dari atas celana dalamnya yang hari itu memakai warna hitam tipis transparan terasa basah, ada cairan kental yang menembus celana dalamnya itu, seperti lendir yang licin.Di sini saya mulai memikirkan suatu permainan. Saya tidak bermaksud segera membuka celana dalamnya yang kemudian akan segera memasuki dia, tapi saya biarkan dia tetap seperti itu . Bersamaan dengan itu pembicaraan kami pun terhenti dan masing masing merasa tidak ingin meneruskan pembicaraannya untuk sementara waktu, ingin menikmati apa yang sedang kami lakukan. Dengan memberi tanda seakan saya akan berhenti melakukan apa yang sedang saya kerjakan terhadap dia, saya berbisik dari arah belakang kupingnya agar dia pergi mandi dan memang itu yang semula ia akan lakukan.

Tapi justru istri saya sedikit membungkuk dengan kedua tangannya menahan beban badannya di ujung meja riasnya. Bokongnya begitu menjorok ke arah saya seakan menantang untuk segera memasukinya. Dia berbisik dengan nada yang begitu memanaskan hati, dia minta agar tidak menghentikan apa yang sedang saya lakukan, bahkan dia dengan nada meminta agar segera saya memasuki dia. Perlahan lahan celana dalamnya yang sudah basah itu saya buka dan terus ditarik ke bawah. Setelah itu tanpa saya minta dia semakin dalam membungkukkan badannya dan merenggangkan kaki membuka sedikit terbuka selangkangannya. Sebelum bertindak lebih jauh lagi, salah satu tangan saya mencoba menyentuh daerah sekitar vagina bagin luar. Cairan yang keluar dari vaginanya sudah begitu banyak dan terasa sangat licin. Tanpa bermaksud memasukkan jari ke vaginanya pun salah satu jari saya tidak di sengaja sudah masuk lebih dari setengahnya. Terasa begitu panas di dalam vaginanya, tanda sedang tinggi naluri sex nya. Tidak disadari penis saya juga mulai bereaksi seakan mendadak celana menjadi begitu sempit.

Sayapun sebenarnya sudah kangen tidak sabar ingin segera memasukinya, tapi dengan memanas manasinya, istir saya akan semakin menggebu gebu nafsu sexnya. Saya yang hanya memakai celana pendek khas yang untuk di pantai, dengan mudah saya turunkan ke bawah dan segera terlihat penis yang sudah menegang itu. Saya bermasud hendak memasukinya dari arah belakang. kedua pinggulnya saya pegang dan say bergerak merapat . Istri sendiri sudah tahu apa yang akan terjadi. Ketika kepala penis baru saja masuk, terdengar sedikit desahannya. Saya memang sengaja tidak langsung mau memasukinya, tapi baru saja kepala penis masuk dan tampak menghilang dari pengelihatan, tiba tiba dia menekan ke arah saya sehingga penis terdorong masuk ke dalam vaginanya. Karen begitu licinnya, dengan mudah penis sudah berada di dalam vaginanya. Terasa panas sekali, lebih terasa dari pada ketika jari saya yang masuk, dan berkali kali otot vaginanya penjepit penis, terasa penis seakan di remas oleh sesuatu. Saya tahu penis belum terasa menyentuh bagian vaginanya yang paling dalam.

Dia minta saya lebih menekannya yang dalam, ketika terasa ujung penis menyentuh vaginanya yang paling dalam, dia sedikit mengeluarkan suara agak keras. Padahal saya belum mulai bergerak untuk menarik kembali dan melakukan gerakan yang teratur. Mungkin karena efek pisikologis juga karena melihat wajah dan suaranya, saya begitu cepat terangsang sekali, tensi darah seakan mendadak naik dengan cepat. Dari arah belakang kupingnya saya berbisik untuk pelan pelan saja dan nikmati dengan tenang, karena kalau tidak keduanya akan segera tidak kuat bertahan lama. Kemudian saya cium kuduknya dan perlahan lahan turun ke punggungnya. Ketika penis saya tarik pertama kali, terlihat begitu mengkilau disekeliling penis karena cairan dari dalam vagina istri. Dia begitu banyak membasahi vaginanya sampai penis begitu terselimut oleh ciarannya yang bening itu. Ketika saya mulai bergerak teratur keluar masuk vaginanya, istri merasa begitu nikmat karena berkali kali dia mengucapkan kata kata yang mengekspresikan kenikmatannya. Saya sendiri tidak bermaksud mau terus melakukan sex ini sampai selesai, tapi belum tahu juga kapan harus saya menghentikannya. Karena setiap akan berhenti, terus terang hati ini masih ingin saya terus bergerak menikamti vaginanya. Tapi kemudian ada kesempatan saya untuk berhenti melakukan sex ini.Handphone istri yang dia letakkan di meja riasnya berdering. Karena suara itu saya menghentikan gerakan pinggul saya mendadak, tapi penis tetap masih berada didalam vaginanya.

Istri mengangkatnya dan beberapa saat dia berbincang bincang melalui handphonenya, sepertinya dari teman wanitanya. Dari nada bicaranya sepertinya lawan bicaranya menanyakan dia ada diamana dan memberi alasan karena pulang cepat dan kemudian dia tertawa dengan sedikit penuh arti kepada lawan bicaranya. Belakangan saya tahu bahwa itu dari teman lama dia dan saya juga mengenalnya. Namanya Frida. Istri mengatakan bahwa saya baru saja pulang dari luar, oleh karena itu dia pulang cepat sore ini, dan sempat Frida menanyakan dan setengah menebak bahwa saya sedang melakukan sex dengan istri, karena menurut Frida suara istri agak berbeda. Sepertinya Frida berbicara dengan nada becanda, makanya oleh istri dibalas dengan tawa yang penuh arti.Ketika awal pembicaraan, saya masih sempat perlahan lahan menggerakkan penis kelaur masuk vagina istri, dan istri meresponsenya dengan beberapa kali menjepit penis sambil dia memberikan code dari mukanya agar saya jangan berhenti.

Tapi ditengah pembicaraan dia dengan temannya itu, saya segera berhenti dan mengeluarkan penis dari vaginanya dan meninggalkan dia yang masih asyik bicara. Saya menuju tempat tidur dan rebahan di sana.Selesai pembicaraannya di handphone, istri baru melepas stockingnya yang masih dikenakannya dan belum sempat dia lepas ketika melakukan hubungan sex dengan saya. Kemudian dia menghampiri saya dan berdiri di samping tempat tidur dan mengatakan bahwa Frida akan bertamu malam ini karena kebetulan dia sedang berada di Mall dekat rumah kami. Saya senang juga mendengarnya karena sudah lama juga tidak bertemu dengan pasanga nsuami istri itu. Suaminya teman lama saya dan saya juga sudah mengenal dekat dengan istrinya.Ketika istri menuju kamar mandi, dia mengajak saya mandi juga bersama. Sudah agak lama juga saya tidak mandi bersama dia. Saya setuju saja dan mengikuti langkahnya menuju kamar mandi. Biasanya dia senang mandi agak lama dengan berendam di bak mandi yang bisa menampung kami berdua berendam, mungkin karena kebiasaan kami dulu ketika tinggal di luar senang berendam diri. Tapi malam ini karena akan ada tamu datang maka kami cukup dengan shower saja.

Walaupun demikian sempat juga kami sedikit bermain main dengan sabun dan busa. Terutama ketika istri meminta saya menyabuni seluruh badannya. Ketika menyabuni punggungnya, sempat agak lama tangan saya yang penuh dengan busa yang licin menyelinap ke bagian depan dia dan memainkan kedua payudara dan putingnya. Mungkin karena masih ada efek permainan kami tadi di meja rias istri, istri begitu terangsang ketika saya meremas remas payudaranya dengan tangan yang penuh busa. Terutama karena terasa begitu licin tangan saya ketika menyentuh payudara dan putingnya. Tapi kami tidak melakukan lebih jauh lagi dari itu. Saya pun keluar dahulu dari pada istri. Dia masih asyik di dalam kamar mandi. Selesai berpakaian kemudian saya menuju ruang keluarga menonton tv sekalian menunggu tamu datang.Tidak lama kemudian istri datang dan duduk menemani saya. Rambutnya sengaja dia ikat keatas sehingga kuduknya terlihat jelas dan hanya terlihat beberapa helai rambut saja yang tidak sempat terikat dan menjuntai ke bawah. Terkesan begitu sexy.

Bajunya juga malam itu agak santai walaupun akan menerima tamu malam ini. Baju terusan dari bahan silk yang halus berwarna cream. Bagian dadanya terbuka agak rendah dan lebar. Dibalik itu dia tidak mengenakan BH nya, terlihat putingnya mengecap dan terbayang dari atas bajunya. Dia agak santai karena tamu yang datang orang yang cukup kami kenal dan teman akrab kami.Setelah menunggu beberapa saat, terdengar di luar suara mobil datang. Kami berdua segera menuju ruang tamu dan menyambut mereka. Ketika pintu utama dibuka berdiri Frida seorang diri tanpa suaminya. Kami bersalaman saling mencium pipi. Saya sempat menanyakan tentang suaminya. Ternyata memang dia sendiri saja tanpa suami karena masih di kantornya.Kami persilahkan masuk dan duduk di ruang tamu. Penampilan Frida terkesan lebih kurus bagi saya, sudah lama saya tidak bertemu dia.

Tapi dia masih tetap cantik dan sexy. Bentuk tubuhnya ideal dengan tinggi badannya. Saya sempat menanyakan bahwa sepertinya tampak lebih kurusan. Frida hanya tersenyum senyum saja. Istri segera mengomentari pertanyaan saya, dia mengatakan bahwa badan mungkin sedikit kurusan, tapi payudaranya tetap berisi dan mantap bentuknya, sambil istri memegang dadanya sendiri utuk mengekspresikan perkataanya. Kamipun tertawa. Memang bentuk payudaranya tetap bagus dan terkesan sexy malam itu karena memakai kemeja katun putih agak tipis dengan bergaris garis kecil dengan dua kancing diatas sengaja dibuka, dan karena begitu pasnya kemeja itu di badan Frida, terkesan kancing kancingnya yang tertutup itu tertarik kesamping dan memang kalau di lihat dari samping saya masih bisa melihat dalam badannya dari celah celah kemeja yang dia pakai malam itu.

Saya bisa melihat BH nya yang berwarna putih.Saya sudah pernah melakukan hubungan sex dengan Frida dan mengenal benar tubuhnya yang bagus itu. Saya dan istri  memang pernah beberapa kali saling bermain sex dengan pasangan Frida ini. Kami berempat saling menikmati lawan pasangan kami dalam satu kamar. Saya menikmati Frida dan Suaminya menikmati badan istri saya. Istri saya bahkan pernah melakukan sex dengan Frida dan suaminya bertiga, begitu juga saya pernah melakukan permainan bertiga bersama istri dan Frida. Walaupun demikiaan Frida sedikit berbeda dengan istri saya, dia tergolong wanita yang memiliki naluri bi-sex. Saya beberapa kali mendengar dari istri saya tentang Frida ketika melakukan permainan sex, bagaimana Frida menyentuh dan menciumi badan istri.

Saya sendiri pernah melihatnya ketika kami bertiga bermain, begitu agresifnya Frida menciumi payudara istri bahkan sampai menjilati vagina istri dengan begitu menggebu gebu.Berbeda dengan istri saya. Dia tidak pernah mau untuk bermain dengan sesama wanita walaupun hanya sekedar memuaskan kebutuhan badan. Istri baru bisa di sentuh oleh sesama wanita kalau di situ ada seorang pria. Istri memamang ketika bermain dengan bertiga maupun berempat sering saling menciumi payudara masing masing bahkan bersentuhan bibir saling menciumi, tapi itu seakan dia sedang hanyut dalam permainan kami. Mereka bisa saling berebut menciumi penis saya dan bersamaan dengan itu lidah Frida dan istri saling bertemu, saling menjilat kepala penis saya. Tentu saja rasanya bukan main nikmatnya karena ada dua mulut dan lidah saling melakukan oral terhadap penis saya.Dalam berbincang bincang di ruang tamu itu kami cukup hangat suasananya. Saya menawarkan dan sekalian mengundang Frida bersama suaminya untuk liburan bersama, karena saya sendiri memang sudah lama ingin cuti dan berlibur agak panjang bersama istri.

Frida menyambut dengan begitu antusias atas tawaran saya, dia akan sampaikan tentang itu ke suaminya. Sementara kami sedang membicarakan soal liburan, istri pergi menuju dapur untuk menyediakan minuman. Sempat saya bicara dengan penuh arti ke Frida soal liburan itu agar kita berempat dapat menikmati sesuatu yang asyik. Ketika istri kembali ke ruang tamu, kemudian saya ceritakan kembali soal liburan itu. Istri begitu mendukung tentang ide liburan itu. Ketika istri meletakkan gelas minum ke tempat saya, dia sedikit membungkuk sehingga bajunya sedikit terbuka celah dadanya. Terlihat kedua payudaranya dengan jelas dan begitu juga kedua putingnya. Ketika meletakkan gelas minum untuk Frida pun dia sedikit membungkuk di depan Frida yang sedang duduk itu, dan pasti Frida melihatnya. Dari perkataan yang keluar dari Frida setelah itu boleh dipastikan dia melihat pemandangan itu.

Frida memuji dan sedikit menggoda Istri karena badannya masih tetap segar dan sexy. Bukan hanya diluar saja tapi dirumah pun membuat suami tergoda, begitu menurut Frida. Istri tertawa kecil dan dia tahu yang dimaksud Frida.Frida berada di rumah kami tidak terlalu lama. Setelah puas dengan pembicaraan kami kesana kemari, akhirnya dia pamit untuk pulang. Kami mengantarkannya sampai mobil keluar dari halaman rumah. Ketika kembali ke dalam rumah, istri meneruskan pembicaraan kami soal liburan tersebut. Sepertinya dia juga sudah menanti nanti liburan itu. Saya katakan bahwa mengenai tanggalnya saya mau melihat lihat dulu, baru nanti ditentukan. Saya menawarkan ke istri bagaimana kalau berlibur ke pantai untuk beberapa hari. Mungkin saya bisa meminjam atau menyewa vila untuk kami berempat.Saya terasa lapar dan baru ingat bahwa kami belum makan malam dan tadinya istri mau memasak sesuatu. Tetapi ketika ke ruangan keluarga suasana sudah sepi, sepertinya anak anak sudah dikamar masing masing. Saya interkom ke kamar mereka, ternyata mereka sudah makan duluan karena tidak tahan sudah lapar.

Akhirnya saya dan istri makan berdua saja di ruang makan. Selesai makan kami masih duduk duduk di ruang keluarga sambil menonton tv dan bercerita kesana kemari bersama istri. Cukup romantis juga suasananya seperti sedang pacaran saja.Malam semakin larut, tapi entah bagaimana kami berdua masih saja di ruangan keluarga. istri menawarkan diri untuk membuat suatu minuman ringan dan saya setuju saja, tapi saya katakan ke istri untuk pindah duduk di dekat kolam saja sambil menikmati malam yang cerah itu.Saya tidak ingin diganggu siapapun malam ini. Ketika istri sedangkan membuatkan minuman di meja bar, saya sengaja menutup dan mengunci beberapa pintu untuk arah ke kolam renang sehingga pembantu tidak dapat masuk bagian utama rumah, walaupun saya tahu mereka sudah tidur dan anak anak sudah di kamar masing masing.Kami duduk di kursi pantai yang terletak di tepi kolam. Lampu di sekitar kolam sengaja saya matikan, hanya lampu dalam kolam saja yang menyala.

Istri tidak duduk di kursi tapi duduk di pangkuan saya. Kami bicara bermacam macam cerita, dari soal serius sampai soal yang ringan dengan diselingi dengan ketawa kecil. Cerita soal seputar sex pun tidak ketinggalan. Dia juga menceritakan berbagai hal selama saya berada di luar negeri. Kami memang  dalam waktu waktu santai seperti ini selalu saling berkomunikasi walaupun setiap hari kami saling berhubungan melalui telpon.Sejalan dengan bergeraknya waktu, pembicaraan kami pun semakin santai. Sambil berbincang bincang tanga nsaya pun kadang kadang iseng menggerayangi badan istri saya dari atas bajunya. Sempat juga memainkan payudaranya dari atas bajunya. Putingnya masih tetap keras dan dia mengaku begitu sensitif ketika tersentuh. Mungkin karena permainan kami di kamar tadi membuat dia penasaran terus, apalagi saya tahu naluri sexnya sedang meninggi, terlihat begitu banyaknya cairan yang keluar dari dalam vaginanya dan didalamnya terasa panas.Tanpa tujuan tertentu saya mulai berdiri dan berjalan jalan di tepi kolam sambil membasahi kaki. Ketika saya menghadap ke kolam dan memperhatikan air kolam, tiba tiba dari arah belakang ada yang mendorong saya sehingga saya terjatuh ke kolam. Ketika kepala keluar dari kolam, saya melihat istri berada di tepi kolam sambil tertawa.

Ternyata dia yang mendorong saya ke kolam dengan keisengannya. Tentu saja basah semua baju saya.Segera saya menepi dan mengangkat tangan agar dia menarik saya ke atas. Tapi sebenarnya dalam pikiran saya tidak demikian, saya bermaksud untuk membalasnya. Ketika dia mengulurkan tangan untuk menarik saya, dengan sedikit mengeluarkan tenaga, tangannya saya tarik sehingga dia kehilangan keseimbangan dan akhirnya diapun jatuh ke kolam. Kali ini giliran saya yang tertawa. Kamipun berdua tetawa geli apa yang kami lakukan.  Sempat saya mencium istri sebelum kami berdua berenang ke tempat yang dangkal. Istri juga menyambutnya dengan begitu hangatnya, lidah dan lidah saling bertemu. Ketika menciumi dia, saya sengaja melepaskan bajunya yang sudah basah itu dan sekalian melepaskan celana dalamnya. Sehingga dia berenang dalam keadaan tidak memakai apa apa lagi. Ketika sampai di tempat yang dangkal kami tidak segera keluar dari kolam, tapi kami meneruskan permainan cinta kami. Dengan menyelamkan diri sebentar, istri saya menarik celana saya berikut celana dalam dan dengan sentuhan  jari jarinya penis pun bereaksi berubah bentuk menjadi ukuran yang maksimal. Kami melakukan sex didalam kolam renang. Kedua tangannya memegang pinggir kolam dan menahan badannya agar stabil. Dengan saling berhadap hadapan kami memulai permainan sex.

Penis dengan cepat sudah memasuki vaginanya dan saya mulai bergerak berirama sehingga penis bergerak keluar masuk vaginanya. Kami menikmati permainan sex dalam kolam itu, yang terdengar hanya suara air yang bergemericik karena gerakan kami berdua. Cukup lama juga kami di kolam itu sampai kami merasa sudah begitu terangsang, dan istri saya berbisik ke saya untuk pindah tempat. Dengan tergesa gesa kami keluar dari kolam dan mengeringkan badan sekedarnya. Kami berpindah tempat ke ruangan keluarga. Di ruangan itu ada kursi sofa yang cukup besar dan kami meneruskan sex kami di sofa itu. Saya merebahkan diri terlentang dan dari atas istri duduk diatas saya sambil memasukkan penis kedalam vaginanya. Rangsanga nyang sedikit menurun karena pindah tempat segera memuncak kembali. Pinggulnya bergerak denga nbegitu agresif kedepan dan kebelakang. Kepalanya berkali kali menggeleng geleng seakan menahan kenikmatan yang sedang dia rasakan. Sebelum terlanjur mencapai klimaks segera saya merubah posisi. Istri saya atur sehingga dalam posisi seperti merangkak dan kemudian merendahkan bagian depannya dan bokongnya tetap meninggi. Dari arah belakang penis memasuki vaginanya kembali.

Terasa bukan lagi air kolam yang berada di sekitar mulut vagina tapi gemercik cairan yang keluar dari dalam vaginanya. Ketika istri sudah mendekati klimaks dan memberi aba aba dia akan segera mencapai klimaks, saya mempercepat gerakan pinggul saya sehingga irama keluar masuk penis ke vagina istri semakin cepat. Sayapun sudah mendekati klimaks, dan akhirnya bersaman dengan suara agak keras yang keluar dari istri, diapun mencapai klimaks dan disusul kemudian beberapa detik kemudian saya mencapai klimaks. Terasa berkali kali penis tersentak sentak mengeluarkan cairan putih panas memenuhi vagina istri sampai ketempat yang paling dalam. Kami terdiam sesaat sampai penis berhenti menyentak, begitu juga istri saya, sampai denyut vaginanya berhenti. Baru setelah itu saya kembali ke kamar tidur dengan menggendong istri. Di kamar kami segera merebahkan diri di tempat tidur dan beberapa saat kami tertidur dengan pulas

Baca cerita sex Lainya di cerita sexs

Baca cerita sex Terbaru Lainya Di Khusus Cerita Sex

About admin media dewasa